Kanal Asyik Diskusi Rock Klasik

Jumat, 20 Mei 2011
KOMUNITAS ini tidak memiliki sekretariat di dunia nyata. Sebab, aktivitas mereka lebih banyak berdenyut di situs jejaring pertemanan, Facebook.
Namanya, Proclaro (Progesif Classic Rock Community). Komunitas itu merupakan kelompok penggila music classic rock.
Proclaro berdiri pada 16 Oktober 2010 ini, yang dibentuk oleh Nugroho Wahyu Utomo dan kesembilan temannya. “Proclaro Semarang dibentuk sebagai distrik dari Proclaro Community di wilayah Semarang. Sebelumnya, telah berdiri Proclaro Community di Solo yang diprakarsai oleh Heri Guardi dan Sam,” kata Nugroho, yang akrab disapa NWU, koordinator Proclaro Semarang.
Selain tiu, Proclaro Semarang berbeda dengan distrik lainnya, komunitas ini beranggotakan dari kalangan muda dan dewasa. Mereka yang muda-muda adalah pemain band indie dan paham betul dengan rock klasik. “Dengan latar belakang anggota yang semacam itu, saat berdiskusi bisa lebih nyambung,” katanya.
Sesuai dengan namanya, kegiatan di komunitas tersebut lebih menitik beratkan semacam ajang diskusi antara penggemar music progresif dan rock klasik dari seluruh Indonesia melalui Facebook. Mereka kerap bertukar informasi tentang musisi progresif rock metal jazz dan rock klasik dari belahan mancanegara maupun Indonesia. Caranya, dapat dengan mendiskusikan video atau rekaman musik yang telah diunggah di Facebook.
Peserta diskusi di Facebook yang dadakan namun telah menjadi rutinitas ini bukan cuma dari Solo dan sekitarnya. Namun yang namanya jejaring sosial macam Facebook bisa disaksikan di belahan bumi manapun. Sehingga peserta diskusi ada yang berasal dari Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Semarang, Malang, bahkan sampai Kalimantan dan Sumatera,” kata NWU, yang pernah mengasuh program Classic Rock di Radio TOP FM Semarang tersebut.

Obrolan Tidak Resmi
Awal mula berdiri komunitas ini pun, kata NWU, melalui kegiatan diskusi dan obrolan yang tidak resmi di Facebook, yang kemudian memunculkan kata-kata pujian untuk tayangan video yang diunggah, yakni swiibbbzzzz (parody dari siiiipppppssss) dan azimthhh….. selain itu, berangkat dari gathering atau ngumpul-ngumpul semacam kopi darat komunitas ini pada 16 Juli 2010 di Klaten, yang dilanjutkan di Solo pada 5 Oktober 2010.
Selang seminggu kemudian, Proclaro Semarang resmi berdiri. “Dari situlah, timbul keinginan membangun Proclaro,” jelas pria yang telah mengoleksi 3.700 kaset rock klasik keluaran tahun 1960-an sampai dengan 1980-an itu.
Tercatat hingga kini, sudah 30 orang yang telah bergabung secara resmi dengan Proclaro Semarang. Mereka berasal dari orang yang ingin memahami musik-musik klasik, yang ingin berbagi pengetahuan dan member masukan kepada para pecinta maupun kolektor musik lawas tersebut. (deni setiawan)

KA Anjlok Bukan Salah Masinis

PT Kereta Api (KA) Daerah Operasional (Daop) IV Semarang, masih menyelidiki anjloknya KA Bangunkarta Jurusan Jakarta-Jombang di Desa Tegowanu Kulon, Tegowanu, Grobogan, Minggu (10/4) sekitar pukul 00.00. Dugaan sementara, dua gerbong KA tersebut anjlok karena terjadi double spoor.
“Saat ini tim yang sedang menyelidiki penyebab anjloknya dua gerbong KA Bangunkarta, sementara menduga dikarenakan double spoor,” kata Sapto Hartoyo, Kepala Humas PT KA Daop IV Semarang.
Sapto menjelaskan, dugaan tersebut karena diketahui roda depan gerbong berada di jalur rel tetapi roda belakang keluar rel. selain itu, adanya salah satu standar operasi KA yang tidak dijalankan.

Human Error
Secara terpisah, Wakil Kepala PT KA Daop IV Semarang, Subagyo, tim Commite Ondersuch (CO) yang bertugas menyelidiki penyebab anjloknya KA Bangunkarta tersebut, mulai bekerja pada Senin (11/4) dengan mencari tahu Standar Operation Procedur (SOP) manakah yang tidak dijalankan secara normal. “Ini bukan kesalahan mekanis atau teknis. Kemungkinan besar diakibatkan human error karena semua sistem dioperasikan dari stasiun oleh manusia,” tambah Subagyo.
Sapto pun memperjelas, double spoor merupakan dugaan sementara, hasil pasti penyelidikan penyebab peristiwa tersebut akan dapat diketahui sekitar satu minggu kemudian. Walaupun tidak ada korban jiwa, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat yang telah dirugikan akibat peristiwa itu. Termasuk para penumpang KA Bangunkarta yang berjumlah sekitar 400 orang.
“Proses evakuasi dua gerboing KA yang anjlok berhasil diselesaikan sekitar pukul 08.20. Setelah itu, kami melakukan perbaikan rel rusak selama dua jam, sepanjang 20 meter,” tambahnya. Kini perjalanan KA yang melintasi daerah tersebut sudah kembali normal. Meski begitu aparat terkait masih melakukan pengawasan intensif di lokasi anjlok KA itu. Langkah yang ditempuh untuk memastikan KA yang melintas dijamin aman.
Pihak Daop IV sendiri kini akan melakukan pengecekan jalur rawan yang dikhawatirkan terjadi musibah serupa. Apalagi sekarang ini, animo masyarakat untuk mengadakan perjalanan menggunakan KA semakin meningkat. (dse)

“Teroris” Menang di Nogososro

PAGI itu, sekelompok orang berpakaian tentara berusaha menyerbu sebuah gedung yang diduga sebagai markas para teroris. Sebelumnya, lewat brifing, komandan pasukan telah mengatur strategi untuk membekuk teroris yang sedang bersembunyi itu.
Setelah semua tersusun rapi, perlengkapan senjata mulai dipersiapkan termasuk mengecek persediaan peluru agar ketika pertempuran berlangsung, tidak mati konyol oleh musuh, gara-gara kehabisan peluru.
Saat-saat yang dinanti akhirnya datang juga, sekitar sepuluh pasukan berseragam ala tentara mulai ada menyelusup ke semak-semak, ada pula yang bersembunyi di balik pohon. Tak lama kemudian, baku tembak mulai berlangsung.
Tapi, strategi teroris yang dipakai sangat ciamik, membuat pasukan pemberantas teroris kewalahan. Hampir satu jam pertempuran, pasukan teroris masih lima orang. Mengalami kondisi demikian, pasukan tentara pun mundur dan menyerah. Setelah dinyatakan berhenti dan selesai, orang-orang yang tertembak, tiba-tiba hidup lagi dan langsung mengambil air minum untuk melepas dahaga. Selain itu, kedua belah pihak yang bertikai pun, saling berjabat tangan sambil melepas tawa.
“Ya, namanya juga permainan, yang tadinya dianggap mati karena tertembak, bisa hidup lagi ketika sudah dianggap selesai. Semua itu bukan pertempuran nyata,”Dio Anggoro (20), staf program AMX Nogososro.

Komunitas Airsoft
Benar! Pertempuran itu hanyalah permainan yang sedang ditunjukkan oleh sebuah komitas airsoft yang bernama AMX Nogososro Semarang. Setiap Minggu mereka menggelar latihan rutin di kawasan Medan Latihan Drill, Teknis, dan Taktis Rindam IV Diponegoro Tembalang, Semarang.
Komunitas yang berdiri pada 10 Oktober 2010 ini, sebagai salah satu cabang dari AMX Squad Airsoft Team Indonesia yang berpusat di Bandung Jawa Barat. Secara keseluruhan, komunitas AMX telah memiliki 10 cabang di Indonesia dengan jumlah sekitar 350 orang.
Dilihat dari filosofi Agile, Mindfull, dan eXperience (AMX) yang merupakan nama sebuah tank. “Harapannya, para pencetus nama bisa menjadi salah satu klub airsoftgun yang solid, tangguh, kuat, dan bisa menjadi andalan, seperti halnya tank AMX, yang apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia adalah kelincahan, penuh perhitungan, dan pengalaman,” Handy Sakti (31), ketua harian AMX Nogososro.
Sebagai salah satu wakil komunitas di Jawa Tengah, AMX Nogososro telah memiliki anggota berjumlah 35 orang dari berbagai macam profesi. (deni setiawan)

Ribuan Penumpang Kereta Telantar

RIBUAN penumpang kereta api telantar di sejumlah stasiun di jalur utara Jawa Tengah akibat anjloknya dua gerbong kereta api (KA) Bangunkarta jurusan Jakarta-Jombang, Minggu (10/4) sekitar pukul 00.00
Lokasi kecelakaan tersebut sekitar 100 meter dari Stasiun Tegowanu, Desa Tegowanu Kulon, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, semua KA yang melewati jalur tersebut, harus menunda keberangkatannya. Pada Minggu siang, perjalanan seluruh KA yang lewat jalur utara jateng sudah lancar.
Kereta yang perjalanannya tertahan antara lain adalah KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya itu tertahan di Stasiun Tawang Semarang selama sekitar enam jam.
Kereta lain yang tertahan adalah KA Gumarang dan KA Sembrani yang tertahan di Stasiun Alatuwo Semarang. Selain itu, KA Brantas yang mengangkut sekitar 900 penumpang tertahan di Stasiun Brumbung Mranggen, Demak.
Kepala Humas daerah Operasional (Daop) IV PT KA jateng, Sapto Hartoyo, memastikan pada Minggu siang, seluruh perjalanan KA telah normal. “Dua gerbong KA Bangunkarta yang anjlok telah berhasil dievakuasi pada pukul 08.20. tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja, empat KA yang ke arah timur harus ditunda keberangkatannya,” kata Sapto, Minggu (10/4).
Sapto yang mengikuti proses evakuasi menjelaskan dua gerbong paling belakang. KA eksekutif tersebut berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta pukul 16.10 dan tiba di Stasiun Tawang Semarang pukul 23.44. KA Bangunkarta dijadwalkan tiba di Jombang pukul 05.58.
Sapto juga mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab anjloknya KA Bangunkarta. “Dalam seminggu ini, kami akan terus melakukan penyelidikan dan evaluasi terkait kejadian tersebut,” katanya.
Pada kesempatan itu, Sapto juga menyatakan PK KA meminta maaf kepada masyarakat, terutama kepada para pengguna KA atas ketidaknyamanan akibat anjloknya gerbong KA Bangunkarta di wilayah Grobogan.
Sementara itu, sejumlah pengguna KA kecewa dengan pelayanan PT KA karena tak menginformasikan keterlambatan sejumlah KA. Suripto (39), calon penumpang KA Banyubiru mengaku menghabiskan waktu selama tiga jam untuk menunggu loket KA buka. “Saya sejak pukul 05.15 berada di stasiun, tapi sampai pukul 08.15 belum ada kepastian kapan KA Banyubiru akan berangkat,” kata Suripto ketika ditemui di Stasiun Poncol Semarang.
Sedangkan Yantiningsih (41) warga Semarang yang hendak ke Surabaya menggunakan KA Argo Anggrek mengaku sudah menunggu di Stasiun Tawang Semarang sejak pukul 01.00, tetapi hingga pukul 07.00 petugas belum melayani penjualan tiket KA Argo Anggrek tujuan Surabaya. (dse)

Bumerang Haryo Terbang ke Bangladesh

Senin, 02 Mei 2011
PADA 2005, Haryo Pangarso (46), memperoleh oleh-oleh sebuah bumerang dari seorang teman yang bekerja di Australia. Dia penasaran betul dengan cara menggunakan senjata Suku Aborigin itu. Berkali-kali mencoba, berkali-kali pula dia gagal menerbangkan bumerang.
“Ternyata, utnuk mengetahui cara menerbangkan bumerang yang benar, butuh waktu lama. Terlebih lagi secara autodidak, seperti saya,” jelas Haryo.
Dari penasaran itu, dia pun iseng-iseng mencoba membuat bumerang. Berbekal laptop untuk mempelajari seluk-beluk bumerang di berbagai website, dia mmenemukan beraneka ragam bentuk, ukuran, dan ornament untuk menghiasinya.
Setelah itu, dia mencoba merancang desain dengan menggunakan botol-botol kososng yang dibentuk bumerang. “Bumerang botol plastik itu saya coba sampai benar-benar terbang sempurna dan kembali di tangan saya,” tuturnya.
Lima tahun kemudian, Haryo dikenal sebagai pembuat bumerang. Dia mengelola toko online, yang menjual berbagai jenis bumerang buatan sendiri. “Ada sekitar 50 jenis bumerang kami buat dan jual secara online,” kata Haryo.

Penjaga TK
Sehari-hari, Haryo adalah penjaga TK Hj Nartini. Dari TK itu pula, Haryo menjalankan toko bumerang online nya.
Produksi bumerang juga dlakukan di TK itu, dibantu oleh Deni Sunawar. Dengan modal Rp 100.000, Haryo bisa membat sekitar 20 bumerang dalam waktu tiga hari.
Alat yang digunakan pun cukup sederhana. Hanya perlu perlengkapan seperti spidol, gunting, gergaji, cutter, amplas, lem, dan jepitan buku. Bahan bakunya, cukup sebuah tripleks setebal 3 milimeter.
“Rata-rata, kami mematok harga Rp 25.000-Rp 100.000 per buah, belum termasuk ongkos kirim,” tuturnya.
Seluruh karyanya diuji cobakan dahulu untuk memastikan layak terbang. Biasanya uji coba dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00-09.00 di lapangan sepak bola eks Sekolah Tinggi Olahraga (STO), Pegandan, Sampangan. “Bumerang yang baik ketika dilempar ke udara, mampu kembali ke posisi semula,” jelas Haryo.
Dari bisnis yang baru dia jalankan selama sekitar setahun itu, pesanan pun sudah mengalir dari beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, bahkan kota-kota di Sulawesi.
Saat ini, tambahnya, dia sedang mempersiapkan beberapa desain bumerang untuk dipajang di sebuah pameran kerajinan tangan di Bangladesh, Juni mendatang. “Semoga saja, bumerang kami bisa menembus pasaran luar negeri,” harapnya. (deni setiawan)

Gubernur Ditipu Anak Buahnya

GUBERNURJawa Tengah, Bibit Waluyo, merasa dibohongi oleh anak buahnya yang tergabung dalam tim penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Anggaran 2010. DPRD Provinsi Jawa Tengah menemukan adanya persamaan antara laporan pertanggungjawaban APBD tahun 2009 dan laporan pertanggungjawaban APBD tahun 2009. Ada dugaan, staf Gubernur hanya melakukan copy paste atau salin tempel.
“Saya kecewa, LKPJ ini disusun asal jadi dan tidak sesuai dengan fakta. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi tidak sama dengan yang dilaporkan. Ternyata keringat saya selama setahn tidak diakui,” kata Bibit seusai mengikuti sidang paripurna DPRD Jateng, Jumat (8/4).
Bibit menjelaskan, LKPJ disusun oleh tim yang beranggotakan staf dari masing-masing satuan kerja yang dikoordinir oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah. “Harus ada yag bertangung jawab pada penyusunan laporan yang tidak sesuai denga fakta ini,” katanya.
Sebelumnya, DPRD Jateng menolak laporan pertangungjawaban APBD Jateng tahun 2010 dengan alasan sekadar menyalin laporan serupa tahun 2009. Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Anggaran 2010 DPRD Jateng, Sri Ruiyati mengatakan, laporan pertangungjawaban APBD 2010 tidak layak untuk dibahas karena hanya menyalin LKPJ tahun 2009.
“Contohnya, pertangungjawaban di bidang pariwisata serta pertanahan yang ternyata sama persisi dengan laporann tahun 2009. Selain itu, kesalahan mendasar yang cukup mencolok terdapat pada komposisi kursi DPRD Jateng yang mengacu hasil Pemilihan Umum 2004, Gubernur hanya menyebutkan tujuh fraksi, tanpa Hanura dan Gerindra,” jelas Ruiyati.
Oleh karena itu, DPRD mengembalikan LKPJ tahun 2010 dan memberi waktu sebulan untuk perbaikannya.

Konspirasi
Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Eko Haryanto menduga tim penyusun laporan sengaja mempermalukan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo.
Jika hal itu memang tidak disengaja, berarti staf Gubernur merupakan orang-orang yang tidak profesional dan bertindak sembrono.
Anggota DPRD Jateng, Adi Rustanto menganggap, adanya konspirasi usaha menjatuhkan citra Gubernur Bibit Waluyo melalui LKPJ Anggaran 2010 yang tidak sesuai dengan di lapangan. Dia meminta, Gubernur Jateng menelusuri keberadaan yang sesungguhnya dalam masalah tersebut. (dse)

Mengadu ke LBH Semarang

SEPULUH orang perwakilan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Semarang, mengadu ke Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Semarang. Mereka mendatangi kantor LBH di Jalan Parang Kembang 14 Semarang, Jumat (8/4).
Para PKL itu mengadukan keputusan Wali Kota Semarang Soemarmo HS, mengenai pelarangan bselama empat hari, 7-10 April, yang dianggap diskriminatif.
Kepada Luthfi Dwi Yoga, staf Divisi Kemiskinan Perkotaan YLBHI-LBH Semarang yang menemui mereka, para PKL itu menyatakan, mereka merasa telah dibohongi oleh Wali Kota Semarang.
“Ketika saya bertemu Pak Marmo (Wali Kota Semarang –Red), beliau menyampaikan tidak akan meliburkan kami berjualan. Tetapi kenyataannya berbunyi sebaliknya,” kata Ani Kusrini, Ketua Persatuan PKL Semarang.
Haryono, Ketua Paguyuban PKL Thamrin mengatakan, tak hanya sekali ini saja mereka diminta paksa untuk libur berjualan. Apabila dirata-rata, tiap tahun bisa mencapai lima kali dan hamper sampai lima hari di tiap larangan tersebut. “Larangan berjualan biasanya berkait HUT Kota Semarang, ultah Satpol PP, atau ketika ada kunjungan presiden, atau saat ada penilaian Adipura,” katanya (dse)